Air bah yang menerjang Nepal dan Tibet menewaskan ratusan orang setelah sebagian gletser serta lereng gunung di bawahnya mengalami keruntuhan.
Puncak Langtang Lirung setinggi 7.000 meter di perbatasan Nepal-Tibet ambrol dan menyeret bongkahan es, batu, serta puing ke arah Sungai Lhende Khola.
Aliran material tersebut menempuh jarak 22 kilometer pertama dengan kecepatan rata-rata 193 km/jam dan mencapai dasar lembah kurang dari tujuh menit.
Proses Pemanasan dan Ketidakstabilan Gletser
Penelitian menunjukkan wilayah di atas 4.000 meter di tangkapan air Langtang menghangat sekitar lima kali lebih cepat daripada rata-rata global.
Mencairnya salju dan es menyingkap batuan berwarna gelap yang menyerap lebih banyak panas dan mempercepat proses pemanasan gunung.
Selain itu, mencairnya permafrost atau lapisan tanah beku membuat lereng curam kehilangan perekat alaminya sehingga semakin tidak stabil.