⌂ Beranda › News › Ancaman Kekeringan dan Suhu Panas Ekstrem dari Super El Nino 2026-2027
News

Ancaman Kekeringan dan Suhu Panas Ekstrem dari Super El Nino 2026-2027

Ilustrasi cuaca panas ekstrem dan kekeringan di Indonesia
Ancaman Kekeringan dan Suhu Panas Ekstrem dari Super El Nino 2026-2027 Pexels
A A Ukuran Teks16px

Fenomena Super El Nino pada periode 2026-2027 berpotensi memicu kemarau lebih panjang di Indonesia.

Kondisi tersebut juga mendorong peningkatan tekanan panas ekstrem di sejumlah wilayah.

Peneliti Senior PRIMA BRIN, Erma Yulihastin, menyatakan dampak El Nino menunjukkan pola spasial yang semakin beragam.

Perambatan gelombang ini memicu pergeseran musim kemarau serta meningkatkan indeks suhu bola basah.

Wilayah Bogor masih kerap mengalami hujan karena topografi pegunungan.

Sebaliknya, Lamongan di Jawa Timur justru mengalami periode kering yang jauh lebih panjang.

Kajian tim riset juga menyoroti risiko terhadap produksi padi dan tekanan panas lingkungan.

Wilayah Kalimantan dan Papua memiliki kerentanan tinggi terhadap tekanan panas serta kebakaran hutan.

Ancaman kekeringan ini diproyeksikan masih berlanjut hingga periode 2027-2028.

Mark Merrifield dari Scripps Institution of Oceanography menyebut anomali suhu permukaan laut menunjukkan sinyal kuat.

Fenomena ini diperkirakan bertahan hingga awal 2027 dengan kekuatan melampaui rekor sebelumnya.

Penguatan kerja sama lintas negara dilakukan untuk mengantisipasi dampak ekstrem tersebut.

Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Dwisuryo Indroyono Soesilo, menekankan pentingnya sinergi.

Kolaborasi ini melibatkan BRIN dan Scripps Institution of Oceanography.

Kedua pihak akan menindaklanjutinya melalui pembahasan proposal riset mendalam.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru