I.
League saat ini sedang menyusun regulasi baru yang mewajibkan setiap klub peserta untuk memiliki basis suporter atau fanbase.
>>> Kejurnas Panahan Tradisional 2026 Di事は Jatim Sebagai Juara Umum
Aturan tersebut direncanakan mewajibkan klub memiliki minimal dua ribu anggota penggemar resmi.
Direktur Kompetisi I. League Asep Saputra menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk memastikan semarak kompetisi sepakbola di dalam negeri.
Langkah ini juga sejalan dengan meningkatnya nilai kompetisi di mata para sponsor yang membutuhkan pengemasan pertandingan semakin menarik.
Kepastian kepemilikan basis suporter diharapkan menjadi penjamin keramaian dalam setiap laga resmi.
Regulasi itu sekaligus berfungsi mengantisipasi sejumlah klub yang belum memiliki kedekatan kuat dengan komunitas lokal.
Kultur fanbase di sepakbola Indonesia selama ini umumnya hanya dimiliki oleh klub-klub eks era Perserikatan.
>>> Gunawan Tembus Babak Utama Usai Bungkam Wakil Jepang di Bali
Beberapa klub bekas Galatama juga tercatat memiliki suporter setia seperti Arema FC.
Dalam beberapa musim terakhir, muncul klub-klub dengan identitas baru yang tidak mempunyai ikatan kedaerahan yang kuat.
Contohnya meliputi Dewa United dan Bhayangkara Presisi Lampung yang sejauh ini masih kesulitan menggalang dukungan suporter dalam jumlah besar.
Klub promosi Super League terbaru seperti Isen Mulang Kalteng dan Garudayaksa juga akan diatur di bawah ketentuan tersebut.
Ke depannya, klub-klub tersebut wajib memiliki fanbase dengan jumlah anggota yang ketentuannya akan segera ditetapkan oleh pihak I.
>>> Phil Schiller Mundur dari App Store Bersamaan Transisi Kepemimpinan Apple
League.