Kementerian Komunikasi dan Digital mengalihkan fokus pembangunan digital dari sekadar memperluas konektivitas.
Langkah tersebut diambil agar infrastruktur internet mampu menghadirkan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat luas.
>>> Super League disebut liga terketat se-ASEAN yang sukses pikat sponsor global
Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Digital Raden Wijaya Kusumawardhana menyampaikan transformasi digital tidak berhenti pada ketersediaan jaringan.
Konektivitas dinilai harus memperkuat hubungan sosial dan mendongkrak kualitas hidup warga.
Pemerintah bersama penyelenggara telekomunikasi mencatat pembangunan fiber optik telah melampaui 1,19 juta kilometer.
Jaringan tersebut mencakup Sistem Komunikasi Kabel Laut dan fiber optik darat yang menjangkau 53.382 desa.
Layanan seluler 4G juga telah mencakup 98,96% populasi atau setara dengan sekitar 267 juta jiwa hingga kuartal I 2026.
Kendati demikian, pemerataan konektivitas berkecepatan tinggi pada cakupan wilayah masih menjadi pekerjaan rumah.
>>> Masalah Performa Mobil Hambat Langkah Sean Gelael di Nurburgring
Cakupan 4G berdasarkan luas wilayah baru mencapai sekitar 54,23% atau 1,03 juta kilometer persegi.
Jaringan 5G masih berada dalam tahap awal pengembangan dengan cakupan 2,38% wilayah.
Komdigi menegaskan ukuran keberhasilan transformasi digital tidak semata-mata diukur dari seberapa luas jaringan dibangun.
Semangat Hari Bhakti Postel ke-81 mengusung tema T3 yang terdiri dari Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga.
Nilai terhubung dimaknai sebagai upaya menciptakan ruang untuk memperkuat silaturahmi di ekosistem telekomunikasi.
>>> Dorong Ekspansi Global, Telkom Solution Unjuk Gigi di BATIC 2026
Pemerintah menargetkan kecepatan internet mobile dan fixed broadband meningkat bertahap hingga 100 Mbps pada 2029.