Produsen semikonduktor ChangXin Memory Technologies mengambil langkah hukum agresif untuk melawan Departemen Pertahanan Amerika Serikat.
Perusahaan asal China tersebut melayangkan gugatan guna menghapus status mereka dari daftar hitam entitas militer.
>>> Indonesia Suarakan Tata Kelola AI di G20 Bersama Elon Musk
Pentagon sebelumnya menetapkan status tersebut pada Januari 2025 dan memperpanjangnya kembali pada Juni 2026.
Pihak CXMT menolak tegas label tersebut dan menyatakan bahwa seluruh produknya murni dirancang untuk aplikasi komersial.
Perusahaan mengklaim telah menderita kerugian reputasi serta komersial yang sangat masif akibat sanksi tersebut.
Dalam dokumen gugatan, CXMT menyebut pihak berwenang AS sempat berencana menghapus nama mereka dari daftar hitam.
>>> Persebaya Optimis Hadapi Super League Bersama Bernardo Tavares
Namun, otoritas Amerika Serikat secara sepihak menarik kembali keputusan itu sesaat setelah pemberitahuan diterbitkan.
Di tengah tekanan dari AS, bisnis CXMT justru mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang sangat fantastis.
Pendapatan perusahaan dilaporkan meroket hingga 874% pada paruh pertama tahun ini karena tingginya permintaan pasar.
>>> Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina dan Beri Jalan untuk Pemain Muda
Di sisi lain, CXMT juga menghadapi tudingan industri terkait dugaan eksploitasi kekayaan intelektual Samsung.