China bersiap meluncurkan Chang'e-7 sebagai misi Bulan yang dirancang khusus untuk mencari es air di wilayah kutub selatan.
Misi ini membawa wahana yang bisa melompat masuk ke kawah gelap demi meneliti keberadaan sumber daya tersebut.
>>> Strategi Rahasia Manajer Hull City Bungkam Manchester United 2-0
Misi Chang'e-7 Bawa Wahana Lompat ke Kawah Ekstrem
Chang'e-7 dijadwalkan meluncur pada 2026 dengan membawa orbiter, pendarat, rover, serta wahana kecil yang dapat melompat.
Target utamanya adalah wilayah dekat kutub selatan Bulan, termasuk kawah yang bagian dalamnya nyaris tidak pernah mendapat sinar Matahari.
Air di Bulan bukan sekadar temuan ilmiah menarik karena dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan hidup astronaut.
Lebih jauh lagi, air dapat dipecah menjadi hidrogen dan oksigen yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan bakar roket.
>>> Franco Morbidelli Belum Dapat Tim MotoGP 2027 dan Diisukan Pindah ke Superbike
Teknologi Wahana Hopper untuk Medan Gelap
Salah satu bagian paling unik dari Chang'e-7 adalah wahana hopper yang dirancang menjelajahi area sulit dijangkau.
Wahana ini dapat melakukan lompatan menggunakan sistem propulsi untuk berpindah ke kawah yang sangat curam dan gelap.
Kondisi kawah tanpa sinar Matahari membuat suhunya dapat turun hingga di bawah -200 derajat Celsius.
>>> Penyebab Manchester United takluk dari tim promosi Hull City di laga pembuka
Chang'e-7 dirancang membawa 21 muatan ilmiah, termasuk enam muatan dari negara lain untuk mendukung riset ini.