⌂ Beranda News Merger dengan Perusahaan AI Selamatkan GoPro dari Kebangkrutan dan Ancaman Delisting
News

Merger dengan Perusahaan AI Selamatkan GoPro dari Kebangkrutan dan Ancaman Delisting

Ilustrasi kamera GoPro yang melakukan merger strategis
Merger dengan Perusahaan AI Selamatkan GoPro dari Kebangkrutan dan Ancaman Delisting
A A Ukuran Teks16px

Produsen kamera aksi GoPro sepakat melakukan merger senilai USD 285 juta atau sekitar Rp 4,3 triliun dengan Starman Optical.

Kesepakatan tunai ini menjadi langkah penting yang menyelamatkan perusahaan dari ancaman kebangkrutan serta potensi delisting dari bursa Nasdaq.

Rincian Kesepakatan Merger dan Pelunasan Utang

Starman Optical merupakan startup optical-photonics asal New Jersey yang memproduksi transceiver optik berkecepatan tinggi untuk pusat data AI.

Dalam transaksi tersebut, pemegang saham GoPro akan menerima dana tunai sebesar USD 1,14 per saham.

Selain itu, mereka tetap memegang sekitar 10% kepemilikan saham pada entitas gabungan yang terbentuk.

Starman juga berkomitmen melunasi seluruh utang GoPro senilai USD 92 juta atau sekitar Rp 1,4 triliun secara penuh.

Setelah proses penggabungan selesai akhir tahun ini, GoPro bakal beroperasi sebagai entitas independen di bursa Nasdaq.

Tekanan Pasar dan Penurunan Kinerja Keuangan

Keputusan merger diambil ketika dominasi GoPro tergerus persaingan ketat melawan rival seperti DJI dan Insta360.

Kondisi bisnis semakin berat akibat lonjakan harga komponen memori global yang memicu peringatan dari auditor independen.

Harga saham GoPro sempat merosot hingga 60% dalam kurun waktu tiga bulan menjelang pengumuman.

Sebelum pengumuman merger, dokumen SEC mengungkap bahwa YouTuber Mark Fischbach sempat membeli 8,5% saham GoPro.

Sementara itu, laporan Q2 2026 menunjukkan pendapatan GoPro anjlok 31% secara tahunan menjadi USD 105 juta dengan kerugian bersih USD 36 juta.

📰 Update Terbaru