Sejumlah wilayah di tanah air masih menghadapi terjangan abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Kondisi ini memicu lonjakan pencarian di mesin pencari Google terkait perkiraan durasi sebaran abu vulkanik tersebut.
Direktur Meteorologi Penerbangan BMKG Achadi Subarkah Raharjo menjelaskan bahwa sebaran material vulkanik sangat bergantung pada tiga faktor utama.
Faktor pertama adalah tinggi kolom erupsi yang meluncur ke udara bebas.
Faktor berikutnya meliputi arah serta kecepatan angin yang berhembus pada setiap level ketinggian.
Faktor terakhir ditentukan oleh ukuran partikel padat yang terlontar selama proses erupsi berlangsung.
Partikel berukuran kecil di lapisan atas atmosfer yang lebih tinggi berpotensi bertahan hingga berhari-hari.
Persebarannya juga dapat menjangkau wilayah lebih jauh apabila hembusan angin pada ketinggian tersebut bertiup kencang.
Berdasarkan pemodelan terkini, sebaran material vulkanik mengarah ke timur dan telah mendekati ruang udara Jawa Tengah.
Kendati demikian, pengujian kertas atau paper test di Bandara Kertajati menunjukkan bahwa partikel yang jatuh ke darat masih negatif.
Erupsi menerus yang terjadi selama 25 jam sebelumnya turut menyebabkan konsentrasi partikel di atmosfer bertambah.
Pihak BMKG berharap aktivitas erupsi dapat segera berhenti dalam waktu dekat.
Selain itu, proses pembersihan atmosfer diharapkan bisa dipercepat oleh turunnya hujan.