⌂ Beranda News Donald Trump Santai Tanggapi Kekhawatiran Pakar Soal Risiko Kepunahan AI
News

Donald Trump Santai Tanggapi Kekhawatiran Pakar Soal Risiko Kepunahan AI

Ilustrasi teknologi kecerdasan buatan
Donald Trump Santai Tanggapi Kekhawatiran Pakar Soal Risiko Kepunahan AI
A A Ukuran Teks16px

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan tegas menepis kekhawatiran mengenai kecerdasan buatan yang disebut bisa memicu ancaman eksistensial bagi umat manusia.

Sikap tersebut ia tunjukkan saat mendapat pertanyaan apakah dirinya merasa khawatir teknologi canggih itu dapat berujung pada kepunahan manusia.

Ia mengaku sama sekali tidak merasa takut terhadap potensi buruk tersebut.

Menurutnya, fokus utama saat ini adalah memastikan negaranya keluar sebagai pemenang dalam persaingan teknologi global.

Bagi Trump, kegagalan memenangkan kompetisi tersebut justru akan membawa posisi yang sangat merugikan.

Ia mengklaim posisi negaranya saat ini masih memimpin jauh di depan China dengan keunggulan sekitar satu tahun.

Amerika Serikat dan China kini memang sedang bersaing ketat untuk memperebutkan supremasi teknologi kecerdasan buatan.

Pernyataan sang presiden muncul di tengah gelombang peringatan dari sejumlah peneliti di laboratorium terkemuka seperti OpenAI dan Anthropic.

Peringatan Peneliti Laboratorium AI

Sejumlah peneliti mengekspresikan kecemasan mendalam terkait laju perkembangan teknologi yang dinilai terlalu cepat.

Jacob Coxon dari Anthropic memutuskan mundur karena menilai perusahaannya sedang berjudi dengan nyawa manusia.

Ia menyebut para pembangun teknologi meyakini sistem tersebut sanggup membunuh umat manusia pada akhir dekade ini.

Kekhawatiran itu sebagian besar berpusat pada model yang mampu meningkatkan performa mereka secara mandiri.

Teknik tersebut dikenal sebagai peningkatan diri secara rekursif atau recursive self improvement.

Jasmine Wang selaku peneliti di OpenAI menyatakan betapa berbahayanya melaju terlalu cepat menuju tahap tersebut.

Kepala Ilmuwan OpenAI Jakub Pachocki juga mengaku khawatir tidak ada pihak yang siap menghadapi konsekuensi kecerdasan mesin.

Di sisi lain, anggota parlemen dari Partai Republik dan Demokrat mulai mendesak pengawasan lebih ketat terhadap sistem tingkat lanjut.

Rancangan undang-undang bernama FRONTIER Act disiapkan untuk mengatur penerapan model AI tingkat lanjut.

📰 Update Terbaru