Canon mengumumkan kehadiran kamera mirrorless full-frame generasi terbaru yaitu Canon EOS R8 Mark II.
Perangkat ini membawa perombakan signifikan dengan mengusung desain bernuansa retro serta menambahkan fitur stabilisasi gambar internal.
Kehadiran R8 Mark II diposisikan sebagai alternatif kamera full-frame yang lebih ringkas dan terjangkau di pasaran.
Desain Retro dan Fitur IBIS 7,5 Stops
Secara visual, Canon merombak lekukan bodi R8 Mark II menjadi lebih bersudut dan tegas.
Desain tersebut terinspirasi dari kamera film klasik EOS 650 produksi 1987 pada bagian atas bodi.
Peningkatan utama terletak pada kehadiran fitur penstabil gambar 5-axis yang menawarkan koreksi guncangan hingga 7,5 stops.
Fitur stabilisasi ini juga dapat dikombinasikan dengan sistem IS bawaan lensa.
Kamera ini dibekali sensor full-frame CMOS beresolusi 24,2 megapiksel.
Perangkat beroperasi secara penuh menggunakan shutter elektronik dengan kecepatan jepret beruntun hingga 40fps.
Canon juga menyematkan fitur pre-continuous shooting mode yang mengabadikan hingga 20 foto sebelum tombol ditekan.
Sektor fokus mengandalkan sistem Dual Pixel CMOS AF II dengan kemampuan pelacakan subjek yang ditingkatkan.
Pengguna dapat mendeteksi manusia, hewan, hingga kendaraan serta memprioritaskan 10 wajah berbeda.
EOS R8 Mark II mendukung perekaman video hingga 4K 60fps serta slow-motion hingga 1080p 180fps.
Canon menambahkan 16 filter warna kreatif dan kontrol kedalaman ruang bagi pemula.
Perusahaan menyematkan joystick multi-controller baru di atas layar untuk mempermudah pemilihan titik fokus.
Slot kartu SD tunggal dipindahkan ke sisi samping bodi agar mudah diakses di atas tripod.
Canon dijadwalkan merilis aplikasi Windows bernama Dual Pixel 3D Converter pada Oktober mendatang.
Kamera ini dipasarkan secara global pada akhir Oktober 2026 dengan harga bodi saja sekitar USD 1.899.