Sebuah pesawat antariksa yang dikirim ke orbit guna menyelamatkan teleskop luar angkasa milik NASA akhirnya jatuh kembali ke Bumi.
Peristiwa ini menandai berakhirnya misi penyelamatan yang dihentikan kurang dari tiga bulan setelah peluncurannya.
Katalyst Space Technologies mengumumkan bahwa wahana berlengan tiga bernama Link itu memasuki atmosfer Bumi pada Jumat malam.
Link diluncurkan ke orbit sebagai bagian dari upaya penyelamatan teleskop luar angkasa Swift Observatory milik NASA.
Wahana tersebut hancur terbakar di atmosfer dan membuat misi penyelamatan ini harus dihentikan secara resmi.
Shawn Domagal-Goldman dari NASA menyatakan bahwa upaya ini tetap menjadi latihan berharga untuk misi penyelamatan satelit di masa mendatang.
Link dirancang dalam waktu kurang dari satu tahun untuk menangkap teleskop Swift dan mendorongnya ke orbit yang lebih tinggi.
Peningkatan aktivitas Matahari sebelumnya membuat orbit Swift turun jauh lebih cepat dari perkiraan awal.
Wahana Link meluncur pada 3 Juli namun mengalami masalah teknis yang merusak dua dari tiga roda yang dibutuhkan untuk berputar.
Katup yang rusak kemudian membuat satelit berputar dengan cepat hingga mengganggu sistem komunikasi.
Teknisi di Bumi sempat mengambil alih kendali, tetapi Link kekurangan bahan bakar untuk menjalankan tugas utamanya.
Misi penyelamatan berbiaya USD 30 juta tersebut akhirnya resmi dihentikan pada Agustus lalu.
Sementara itu, teleskop Swift kembali melanjutkan tugas memindai alam semesta setelah sempat ditangguhkan.
Posisinya di orbit terus mengalami penurunan dan diperkirakan akan jatuh ke Bumi pada November 2026.