⌂ Beranda › News › Teleskop Swift NASA Jatuh di Sumut Usai Mengorbit Selama 22 Tahun
News

Teleskop Swift NASA Jatuh di Sumut Usai Mengorbit Selama 22 Tahun

Ilustrasi teleskop antariksa milik NASA di orbit Bumi.
Teleskop Hubble Terancam Jatuh, NASA Gandeng Pihak Swasta Pexels
A A Ukuran Teks16px

Teleskop antariksa Neil Gehrels Swift Observatory milik NASA tercatat masuk kembali ke atmosfer Bumi di atas Sumatera Utara.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (4/11/2026) pukul 19.39 WIB atau hampir 22 tahun setelah teleskop tersebut diluncurkan ke antariksa.

NASA mengutip konfirmasi Angkatan Antariksa Amerika Serikat bahwa titik masuk berada di sekitar koordinat 3,4 derajat lintang utara dan 98,6 derajat bujur timur.

Penyebab Penurunan Orbit Teleskop Swift

Wahana antariksa ini mengalami penurunan orbit akibat hambatan dari lapisan atas atmosfer Bumi.

Aktivitas Matahari yang meningkat turut memperkuat efek hambatan tersebut pada satelit yang berada di orbit rendah.

Sebagian besar bodi wahana diperkirakan terbakar saat melintasi atmosfer, sementara beberapa komponen mungkin saja bertahan.

Koordinat yang diumumkan merupakan titik masuk kembali ke atmosfer, dan NASA tidak menyebut adanya penemuan serpihan di permukaan Bumi.

Sebelumnya, NASA sempat berupaya menaikkan kembali orbit teleskop ini menggunakan wahana LINK yang diluncurkan pada Juli 2026.

Namun, misi penyelamatan itu batal karena wahana mengalami gangguan komunikasi dan masalah kendali orientasi.

Rekam Jejak Misi Ilmiah

Teleskop Swift pertama kali diluncurkan pada 20 November 2004 untuk mempelajari fenomena semburan sinar gamma.

Meskipun misi utamanya dirancang hanya berlangsung selama dua tahun, observatorium ini mampu bertahan dan menghasilkan data ilmiah selama lebih dari dua dekade.

Sepanjang masa operasionalnya, teleskop tersebut telah mengamati lebih dari 2.000 semburan sinar gamma serta mempelajari lebih dari 1.400 supernova.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru