Industri sepatu lari terus berinovasi untuk membantu pelari mendapatkan dorongan optimal pada setiap langkah mereka.
Salah satu inovasi tersebut dihadirkan oleh Asics melalui produk terbarunya, Sonicblast 2.
Sepatu ini mengandalkan teknologi pelat bernama Forked Astroplate.
Komponen tersebut dirancang khusus untuk menghasilkan dorongan atau propulsion sekaligus pengembalian energi.
Sesuai namanya, Forked Astroplate memiliki desain fisik menyerupai garpu.
Teknologi ini merupakan pengembangan dari seri Astroplate sebelumnya dengan bobot yang lebih ringan.
Pelat ini dibuat menggunakan material Pebax yang bekerja bersama sistem midsole.
Ketika pelari memberikan tekanan, energi tersebut diterima oleh midsole dan pelat untuk dikembalikan guna membantu pergerakan langkah berikutnya.
Teknologi Pendukung dan Koleksi Asics
Teknologi garpu ini dipadukan dengan FF Turbo Squared yang terdiri dari lapisan atas dan Trampoline Pod.
Sistem tersebut memberikan bantalan lembut serta sensasi pantulan seperti pegas.
Sonicblast 2 juga dilengkapi bantalan FF Blast Max serta bagian atas berbahan Engineered Mesh Upper.
Model ini menjadi bagian dari koleksi Rise & Shine Collection yang terinspirasi dari gradasi warna matahari terbit.
Koleksi tersebut turut mencakup seri lain seperti Superblast 3, Novablast 6, Gel-Kayano 33, hingga Gel-Nimbus 28.
Teknologi dari sepatu ini kemudian dibawa ke ajang Jakarta Speed Race 2026 yang berlangsung di PIK 2 pada 26 September 2026.