Media sosial sempat dihebohkan oleh rekaman citra satelit yang menampilkan kepulan asap tebal kebakaran hutan dan lahan dari Kalimantan.
Banyak warganet yang menyatakan kekhawatiran bahwa asap pekat tersebut bergerak mengarah langsung ke wilayah Pulau Jawa.
Menanggapi hal itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika memberikan penjelasan resmi terkait arah pergerakan massa udara.
Plh. Direktur Meteorologi Publik Ida Pramuwardani menyatakan bahwa potensi pergerakan asap justru lebih dominan mengarah ke barat.
Analisis Pola Angin Lintas Atmosfer
Berdasarkan analisis angin pada lapisan bawah 850 hPa, tiupan angin di Kalimantan dan Jawa Timur dominan mengarah dari timur menuju barat.
Sementara itu, angin di lapisan menengah 700 hPa dominan bergerak dari arah selatan menuju barat laut hingga utara.
Pada lapisan atmosfer yang lebih tinggi di 500 hPa, arah angin terpantau dominan bertiup dari timur laut menuju ke barat.
Pola angin pada berbagai lapisan tersebut menyimpulkan bahwa massa udara secara umum tidak mendukung pergerakan asap langsung ke selatan.
Selain faktor angin, peningkatan intensitas hujan di Pulau Jawa turut membantu menurunkan konsentrasi polutan di udara.
Butiran air hujan mampu menangkap partikel aerosol yang tersuspensi di atmosfer dan membawanya turun ke permukaan bumi.
Meski demikian, BMKG mencatat belum ada daerah spesifik di Pulau Jawa yang terpapar langsung oleh asap dari Kalimantan.
