Mahasiswa ilmu komputer bernama Jack Zemke harus mengirimkan ratusan lamaran pekerjaan sebelum akhirnya mendapatkan titik terang.
Bursa kerja bagi lulusan baru saat ini cukup sulit karena AI mengambil porsi pekerjaan pengembangan software.
Bahkan di Amerika Serikat, lulusan bidang filsafat hingga sejarah seni mencatat tingkat penyerapan kerja yang lebih tinggi.
Perguruan tinggi dan mahasiswa mulai beradaptasi dengan memperkuat pelatihan penggunaan perangkat AI.
Sebagian besar lulusan akhirnya mendapatkan pekerjaan di bisnis skala lebih kecil yang mencari pemanfaatan AI.
Tren Coding yang Meredup
Tingginya pengangguran lulusan baru ilmu komputer mencerminkan besarnya jumlah mahasiswa yang mendaftar selama masa booming coding.
Raksasa teknologi seperti Microsoft dan Google kini beralih ke AI untuk mengerjakan porsi penulisan kode yang lebih besar.
Amazon turut memangkas pegawai seiring meroketnya pengeluaran untuk pengembangan kecerdasan buatan tersebut.
Data National Student Clearinghouse Research Center menunjukkan pendaftaran program studi ilmu komputer anjlok 8,4%.
Mahasiswa internasional juga menghadapi tantangan besar akibat perubahan kebijakan imigrasi serta kebutuhan sponsor visa.