Noah Shinn, seorang pemuda berusia 23 tahun yang memilih putus kuliah, berhasil mendirikan startup kecerdasan buatan bernama Instinct.
Perusahaan tersebut sukses mencapai valuasi USD 10 miliar atau setara Rp 179 triliun dalam waktu kurang dari setahun sejak pertama kali didirikan.
Pertumbuhan Pesat Tanpa Biaya Pemasaran
Lonjakan pendanaan perusahaan ini terjadi sangat cepat melalui beberapa tahap suntikan modal dari berbagai lembaga investasi terkemuka di Silicon Valley.
Shinn menyatakan bahwa perusahaannya mengeluarkan biaya nol dolar untuk pemasaran karena tingginya permintaan pengguna.
Fitur dan Persaingan dengan Meta
Instinct dirancang sebagai asisten pribadi yang dapat mengeksekusi berbagai tugas nyata seperti merencanakan perjalanan hingga memesan tiket.
Kini, startup tersebut harus berhadapan langsung dengan Meta yang meluncurkan produk serupa bernama Muse.
