⌂ Beranda › News › Kekayaan Triliunan Rupiah Pengusaha Muda AI dari Bangku Kuliah DO
News

Kekayaan Triliunan Rupiah Pengusaha Muda AI dari Bangku Kuliah DO

Ilustrasi pengusaha muda pendiri startup kecerdasan buatan
Kekayaan Triliunan Rupiah Pengusaha Muda AI dari Bangku Kuliah DO Pexels
A A Ukuran Teks16px

Daftar Miliarder Dunia Forbes 2026 mencatat rekor dengan kehadiran 35 miliarder yang berusia di bawah 30 tahun.

Sebanyak 12 orang di antaranya merupakan individu yang meraih kesuksesan dari jerih payah sendiri.

Beberapa nama pengusaha muda tersebut memutuskan untuk meninggalkan bangku kuliah demi merintis perusahaan kecerdasan buatan. Mereka berhasil mengumpulkan kekayaan hingga triliunan rupiah di usia yang masih sangat muda.

Para Pendiri Mercor dan Lovable

Surya Midha, Brendan Foody, dan Adarsh Hiremath mendirikan startup rekrutmen berbasis kecerdasan buatan bernama Mercor. Ketiganya meninggalkan universitas masing-masing pada tahun 2023 untuk fokus mengembangkan bisnis tersebut.

Valuasi Mercor sempat menembus USD 10 miliar pada Oktober 2025 dan menjadikan mereka miliarder self made pada usia 22 tahun.

Forbes menaksir kekayaan masing-masing dari tiga pendiri tersebut mencapai USD 2,2 miliar.

Selain itu, Fabian Hedin yang berasal dari Swedia turut masuk dalam jajaran miliarder muda dunia.

Ia putus kuliah dari KTH Royal Institute of Technology dan mendirikan Lovable pada tahun 2023.

Lovable mencapai valuasi sebesar USD 6,6 miliar pada Desember 2025. Perusahaan ini dikenal lewat platform pengembangan perangkat lunak berbasis kecerdasan buatan.

Polymarket dan Scale AI

Shayne Coplan meninggalkan New York University dan mendirikan platform pasar prediksi online Polymarket pada tahun 2020. Ia sempat memegang gelar miliarder termuda sebelum posisinya bergeser.

Sementara itu, Alexandr Wang meninggalkan Massachusetts Institute of Technology dan mendirikan Scale AI pada tahun 2016. Perusahaan tersebut menyediakan layanan pelabelan data untuk melatih sistem kecerdasan buatan.

Scale AI meraih pendanaan besar dan diakuisisi sebagian sahamnya oleh Meta. Alexandr Wang kemudian mundur dari posisi CEO Scale AI untuk bergabung dengan Meta.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru