⌂ Beranda › News › Pakar keamanan siber soroti bahaya data bocor lama yang beredar lagi
News

Pakar keamanan siber soroti bahaya data bocor lama yang beredar lagi

Ilustrasi keamanan data dan risiko kebocoran informasi pribadi
Peramal COVID' Sebut Pes Paru Siberia, Begini Tingkat Bahayanya Pexels
A A Ukuran Teks16px

Data pribadi yang kembali ramai diperbincangkan di ruang digital belum tentu berasal dari insiden peretasan baru.

Informasi lama tersebut bisa terus tersimpan, disalin, serta diperjualbelikan kembali bertahun-tahun setelah insiden awal terjadi.

Pentingnya Menelusuri Sumber Asal Data

Kondisi ini membuat penanganan kebocoran data menjadi jauh lebih kompleks bagi berbagai pihak terkait.

Pemeriksaan menyeluruh diperlukan guna mengetahui kapan data pertama kali keluar dari sistem serta pihak yang memegangnya.

Langkah forensik digital dan audit akses sangat dibutuhkan untuk memutus rantai peredaran informasi tersebut.

Risiko Penggabungan Informasi Pribadi

Data lama yang bocor dapat dikombinasikan dengan informasi baru untuk membentuk profil seseorang.

Potongan identitas tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk melakukan penipuan, phishing, maupun social engineering.

Seluruh elemen ekosistem, termasuk pemerintah, platform digital, dan masyarakat, diminta meningkatkan kerja sama pengamanan.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru