⌂ Beranda › News › Penjelasan Guru Besar IPB Mengenai Kasus Tanah Retak Serupa Afrika
News

Penjelasan Guru Besar IPB Mengenai Kasus Tanah Retak Serupa Afrika

Ilustrasi tanah retak kering
Penjelasan Guru Besar IPB Mengenai Kasus Tanah Retak Serupa Afrika Pexels
A A Ukuran Teks16px

Fenomena munculnya retakan pada lahan di Dusun Limus, Kalimantan Barat, sempat menarik perhatian publik.

Pola tanah tersebut sekilas menyerupai kondisi lahan kering yang sering dijumpai di kawasan Afrika.

Kendati demikian, kejadian ini tidak serta-merta menunjukkan bahwa wilayah tersebut berubah menjadi gurun.

Guru Besar Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan IPB University, Prof Widiatmaka, memberikan penjelasan.

Menurutnya, retakan biasanya terjadi pada material tanah atau endapan lumpur yang mengandung liat.

Ketika kehilangan kandungan air, material tersebut mengalami penyusutan dan tegangan hingga permukaannya pecah.

Pemicu Pengeringan Tanah

Proses pengeringan yang memicu keretakan dapat disebabkan oleh berbagai kondisi lingkungan.

Beberapa pemicu tersebut meliputi berkurangnya curah hujan, peningkatan penguapan, hingga surutnya genangan air.

Meski mekanisme dasarnya mirip dengan tanah kering di Afrika, faktor pemicu spesifiknya belum dapat dipastikan.

Pemeriksaan langsung di lapangan tetap diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti pada kasus Dusun Limus.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru