Startup desain asal Australia, Canva, secara resmi mengumumkan perombakan bisnis besar-besaran.
Langkah drastis tersebut berdampak langsung kepada 22% total tenaga kerja global perusahaan.
CEO sekaligus salah satu pendiri Canva, Melanie Perkins, menyatakan bahwa sebanyak 1.271 orang harus kehilangan pekerjaan.
Selain PHK, sebagian karyawan diminta untuk pindah lokasi bekerja atau mengalami perubahan peran.
Perusahaan menilai tahun ini sebagai periode terberat setelah pertumbuhan mereka melambat untuk pertama kalinya.
Valuasi Canva dilaporkan mengalami penurunan di tengah peningkatan biaya pengeluaran untuk teknologi kecerdasan buatan.
