Menghadapi potensi bencana besar atau akhir peradaban sering kali dikaitkan dengan tindakan menimbun makanan dan air di dalam bunker bawah tanah yang dalam.
Namun, seorang ahli dari Liverpool John Moores University, Kezia Barker, menyatakan bahwa keterampilan praktis jauh lebih penting daripada sekadar persediaan barang.
Menurut Barker, kemampuan untuk beradaptasi, memanfaatkan sumber daya yang ada, serta bersikap serba bisa adalah aset paling berguna dalam situasi darurat.
Ia menyarankan masyarakat untuk mempelajari keterampilan pertolongan pertama guna melatih ketenangan mental dan mengamati situasi dengan cermat.
Selain itu, kemampuan menanam dan mengawetkan makanan menjadi langkah awal yang krusial untuk memastikan ketersediaan pangan di tengah kondisi yang terbatas.
Barker juga menyebutkan bahwa seni sederhana seperti mengukir kayu atau membuat sendok mengajarkan penanganan alat yang aman serta cara memecahkan masalah.