Perkembangan kecerdasan buatan di Indonesia masih menemui sejumlah kendala serius terkait kesiapan infrastruktur digital dan ketersediaan tenaga ahli.
President Director PT LG CNS Indonesia, Mark Mansik Won, menyebutkan bahwa keterbatasan perangkat komputasi GPU menjadi salah satu hambatan utama.
Selain keterbatasan GPU, Indonesia juga memerlukan pembangunan pusat data yang memadai serta peningkatan jumlah tenaga profesional di bidang teknologi.
Kondisi tersebut turut dirasakan di berbagai instansi pemerintahan karena kesiapan infrastruktur kementerian dan lembaga belum sepenuhnya merata.
Peluang Coretax dan Sovereign AI
Sistem administrasi perpajakan Coretax dinilai berpotensi menjadi fondasi awal untuk penerapan layanan berbasis kecerdasan buatan di sektor publik.
Integrasi data dalam sistem tersebut dapat dimanfaatkan untuk otomatisasi administrasi guna mendongkrak efisiensi kerja instansi.
Di sisi lain, penerapan sovereign AI atau kecerdasan buatan berdaulat juga penting untuk menjaga kendali data dan model strategis pemerintah.
Meski tantangan yang dihadapi cukup besar, LG CNS tetap optimistis terhadap kemajuan industri teknologi dan kapasitas talenta lokal di tanah air.