Layanan pembayaran digital saat ini tidak hanya dimanfaatkan untuk transaksi harian. Integrasi antara kode QR dan fasilitas kredit digital dinilai mampu memberikan kemudahan baru bagi konsumen.
Sebuah riset dari MarkPlus bertajuk E-Wallet Research menunjukkan bahwa sebagian besar responden pernah memakai fitur kredit digital. Dari kelompok tersebut, mayoritas tercatat pernah menggunakan fasilitas paylater.
SPayLater tercatat sebagai layanan kredit digital yang mendominasi pilihan pengguna. Temuan ini mengindikasikan bahwa dompet digital kini merambah fungsi lain di luar metode pembayaran standar.
Chief Marketing Officer MCorp Yosanova Savitry menyebutkan bahwa dompet digital kini sudah melampaui fungsi transaksi biasa. Hal tersebut disampaikannya dalam sesi pemaparan secara online kepada sejumlah media.
Potensi Integrasi QRIS dan Kredit Digital
Tingginya penggunaan kode QR memperkuat peluang pengembangan layanan tersebut. Berdasarkan survei yang sama, fitur QRIS menjadi yang paling sering digunakan oleh responden.
Angka penggunaan tersebut melampaui aktivitas transfer ke rekening bank maupun dompet digital lain. Kemudahan proses serta kecepatan transaksi menjadi alasan utama para responden memilih metode ini.
Faktor lain yang turut dipertimbangkan adalah luasnya penerimaan merchant serta adanya berbagai promosi menarik. Yosanova menilai penggabungan sistem ini memiliki potensi indikasi yang sangat besar.
Kendati demikian, layanan kredit digital tersebut tetap memiliki karakteristik tersendiri. Dompet digital unggul dalam hal kecepatan dan kenyamanan, meski tidak bisa disamakan sepenuhnya dengan perbankan konvensional.
Tantangan utama bagi para penyedia layanan adalah menjaga keseimbangan antara kemudahan transaksi dan kebutuhan konsumen. Fleksibilitas serta manfaat finansial yang sesuai porsi menjadi kunci untuk mempertahankan daya saing.