Nathan Chen, seorang remaja peneliti kecerdasan buatan asal China berusia 17 tahun, memutuskan untuk meninggalkan startup Moonshot AI.
Ia mengumumkan langkah tersebut lewat media sosial setelah bergabung dengan perusahaan pengembang chatbot Kimi itu saat masih duduk di bangku SMA.
Selama bekerja di sana, Chen turut berkontribusi dalam pembuatan Kimi K3 yang menarik perhatian dunia teknologi global.
Kontribusinya bersama peneliti senior melahirkan teknik Attention Residuals untuk meningkatkan cara model AI memproses informasi.
Keputusan Chen memicu minat dari sejumlah perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, termasuk spekulasi terkait langkah kariernya selanjutnya.