Pendiri Microsoft, Bill Gates, kembali menyuarakan gagasan agar perusahaan yang memanfaatkan robot sebagai pengganti tenaga kerja manusia tetap dikenakan pajak pekerja.
Usulan tersebut bertujuan untuk memastikan tersedianya jaring pengaman finansial bagi warga sekaligus menjaga aliran pendapatan pajak pemerintah dari disrupsi teknologi.
Dalam sebuah wawancara bersama Ezra Klein dari The New York Times, Gates menilai masyarakat berhak menentukan cara mendukung para pekerja yang tergeser oleh kecerdasan buatan.
Ia menyarankan agar perusahaan membayar pajak FICA yang nilainya setara dengan kontribusi yang dibayarkan oleh pekerja manusia, terlepas dari jenis tenaga pelaksananya.
Melalui kebijakan pajak tersebut, peralihan menuju tenaga kerja otomatis dapat sedikit melambat sekaligus menghimpun dana untuk program pelatihan ulang.
Gates sebelumnya telah memperingatkan bahwa otomatisasi dan robotika berpotensi melenyapkan berbagai jenis pekerjaan kantoran hingga sektor buruh.
Gagasan mengenai pajak robot ini pertama kali ia lontarkan pada tahun 2017 dan hingga kini masih dinilai sebagai bagian dari respons kebijakan yang bijak.