Klub raksasa Spanyol, Real Madrid, secara resmi menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada rakyat China.
Langkah ini diambil menyusul pernyataan penyerang mereka, Kylian Mbappe, yang dianggap meledek mendiang tokoh revolusioner Mao Zedong.
Dalam pernyataan resminya, pihak klub menegaskan bahwa mereka sangat menghormati sejarah, budaya, serta warga China.
Madrid juga menyebutkan bahwa Kylian Mbappe telah menyatakan penyesalan mendalam atas kata-kata yang sempat ia lontarkan.
Permintaan maaf tersebut disampaikan demi menjaga kedamaian antarbudaya serta mempererat hubungan baik dengan para penggemar di China.
Negara tersebut sendiri memegang peranan penting dalam ekonomi klub karena menyumbang 10 hingga 15 persen dari total penjualan merchandise internasional Real Madrid.