Proyek pembangunan fasilitas data center oleh Google di wilayah Finlandia memicu kemarahan publik setelah menyebabkan kerusakan lingkungan yang masif.
Perusahaan teknologi raksasa tersebut dilaporkan telah menebang sekitar 250.000 pohon tanpa izin penuh.
Tindakan pembabatan hutan seluas 816 ekar itu meninggalkan area berlumpur gersang di dekat kawasan pedesaan Muhos.
Kehilangan habitat asli membuat hewan liar seperti serigala terpaksa berpindah dan masuk ke area desa untuk mencari makanan.
Pemerintah Tangguhkan Proyek
Para pejabat setempat langsung mengambil tindakan tegas atas kerusakan ekosistem yang terjadi akibat aktivitas pembersihan lahan.
Badan Perizinan dan Pengawasan Finlandia memberikan tenggat waktu hingga 23 Oktober kepada anak usaha Google, Tuike Finland Oy, untuk menghentikan seluruh operasi.
Selain merusak habitat satwa, aktivitas tersebut juga mencemari sumber air terdekat hingga aliran sungai yang bermuara ke Sungai Oulujoki.
Pihak manajemen Google di Finlandia akhirnya menyampaikan permohonan maaf atas kerusakan lingkungan yang telah ditimbulkan.
