Presiden Federasi Prancis Philippe Diallo meminta agar kontroversi Kylian Mbappe segera diakhiri setelah sang pemain menuai kecaman di China.
Mbappe sebelumnya disorot akibat aksi meledek Mao Zedong yang merupakan tokoh pendiri negara tersebut.
Diallo menyatakan bahwa permasalahan itu tidak perlu diperpanjang mengingat penyerang Real Madrid tersebut telah menyampaikan permintaan maaf.
Ia berharap pembahasan mengenai insiden tersebut bisa dihentikan agar sang pemain mampu melanjutkan musim dalam kondisi terbaik.
Akibat insiden ini, sejumlah merek asal China dikabarkan telah memutus kontrak dengan Mbappe.
Gelombang protes lanjutan juga mengancam siaran LaLiga serta Real Madrid di China pada akhir pekan ini.
Pihak LaLiga dan Real Madrid pun merespons situasi tersebut dengan melayangkan permintaan maaf resmi kepada China.
Striker berusia 27 tahun itu sendiri menegaskan penyesalannya dan berjanji tidak akan mengulangi ucapannya.
