Apple kembali mengirimkan peringatan keamanan tingkat tinggi kepada para pengguna iPhone di 110 negara berbeda.
Langkah darurat tersebut diambil usai perusahaan mendeteksi adanya upaya peretasan berbasis mercenary spyware cangkih.
Serangan Zero-Click Sasaran Tokoh Penting
Peneliti siber Costin Raiu mengungkapkan bahwa gelombang ancaman ini menyasar jurnalis hingga pembuat film dokumenter.
Selain itu, target serangan meliputi para aktivis, diplomat, serta anggota parlemen dari berbagai wilayah.
Peretasan ini menggunakan eksploitasi zero-click yang mampu membobol perangkat tanpa interaksi dari korban.
Biaya pengembangan eksploitasi tersebut mencapai jutaan dolar AS sehingga hanya bisa dijalankan entitas berdana besar.
Langkah Perlindungan dan Mitigasi
Hingga kini, pihak Apple belum membeberkan identitas kelompok peretas maupun celah keamanan yang dieksploitasi.
Apple merekomendasikan pengguna untuk mengaktifkan Lockdown Mode guna membatasi fungsi sistem yang rentan.
Pengguna juga diimbau untuk rutin memperbarui sistem operasi iOS ke versi terbaru.