Kebakaran hutan dan lahan di wilayah Papua Selatan memicu kekhawatiran serius terhadap kelangsungan ekosistem lokal.
Kobaran api tidak sekadar menimbulkan kerusakan vegetasi, tetapi juga mengancam keberadaan berbagai satwa endemik.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat area terbakar di Papua Selatan mencapai 695 hektare per 1 November 2026.
Pemantauan lapangan menunjukkan terdapat ratusan titik panas serta titik api yang masih dalam penanganan.
Dampak Karhutla pada Lahan Basah dan Burung Migran
Kawasan konservasi seperti Taman Nasional Wasur memiliki fungsi ekologis krusial bagi satwa liar.
Kombinasi ekosistem rawa dan savana di sana menjadi tempat persinggahan penting bagi burung migran.
Ribuan burung dari Australia dan Selandia Baru memanfaatkan lahan basah tersebut untuk mencari makan.
Hilangnya tutupan vegetasi akibat kebakaran berpotensi merusak rantai makanan serta tempat berlindung hewan.