Keterbatasan fasilitas pendidikan masih menjadi tantangan besar bagi anak-anak di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar.
Kondisi tersebut antara lain dialami oleh SDN 2 Lokop di Aceh yang terdampak banjir bandang.
Siswa dari berbagai tingkatan kelas terpaksa harus belajar secara bersamaan akibat keterbatasan ruang darurat. Situasi ini menunjukkan masih tingginya kebutuhan akan fasilitas pendidikan yang memadai di daerah terpencil.
Dukungan Telkomsat Lewat Ekspedisi Pendidikan
PT Telkom Satelit Indonesia hadir memberikan dukungan melalui program Ekspedisi Kemerdekaan Pendidikan di Wilayah 3T. Kegiatan ini menyasar anak-anak di wilayah Papua Pegunungan dan Aceh.
Program kolaborasi bersama Relawan Nusantara ini mencakup Kelas Inspirasi Literasi, Gerakan Gemar Membaca, dan storytelling. Perusahaan juga membagikan perlengkapan sekolah serta menyediakan Pojok Baca Sekolah.
Upaya sosial tersebut melengkapi langkah perusahaan dalam memperluas konektivitas digital di daerah terpencil melalui infrastruktur satelit.
Perusahaan telah menyediakan 13.708 VSAT untuk berbagai fasilitas publik di daerah 3T.
Selain itu, sebanyak 1.604 backhaul satelit telah disiapkan untuk BTS 4G di daerah terpencil. Perusahaan juga menyediakan 427 akses WiFi untuk wilayah rural melalui penyedia jasa internet.
VP Corporate Secretary Telkomsat, Fino Arfiantono, menyatakan pemerataan pembangunan harus mencakup kesempatan belajar yang sama bagi setiap anak.
Dukungan ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik.