Apple mengumumkan laporan keuangan Q4 tahun fiskal 2026 di bawah kepemimpinan CEO baru John Ternus.
Perusahaan meraup total pendapatan USD 114,5 miliar atau sekitar Rp 1.800 triliun.
Lonjakan performa finansial tersebut ditopang oleh penjualan lini iPhone yang belum meluncurkan varian standar pada penyegaran terbarunya.
Pendapatan lini iPhone melonjak 17 persen secara year-over-year hingga menyentuh USD 57,58 miliar atau sekitar Rp 907 triliun.
Kinerja Lini Produk dan Tantangan Rantai Pasok
Peningkatan signifikan ini didorong permintaan pasar terhadap jajaran iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max.
Selain itu, lini Services menyumbang USD 31,57 miliar dan Mac mencapai USD 10,79 miliar.
Di balik rekor finansial tersebut, Apple menghadapi tantangan berupa kelangkaan rantai pasok dan lonjakan harga memori. CEO John Ternus mengakui adanya peningkatan biaya komponen memori dibanding kuartal sebelumnya.
