Terdapat pula sejumlah area gelap yang membelah bentangan Bima Sakti.
Area tersebut merupakan awan debu antarbintang yang padat untuk menghalangi cahaya bintang di belakangnya.
Pusat Galaksi Bima Sakti berada sekitar 26.000 tahun cahaya dari Bumi ke arah rasi bintang Sagitarius.
Foto karya Julien Looten itu juga menyimpan sejumlah fenomena astronomi menarik lainnya.
NASA mengidentifikasi adanya cahaya zodiakal di bagian kiri atas gambar.
Fenomena itu berupa cahaya samar dari sinar Matahari yang dipantulkan partikel debu Tata Surya.
Ada pula pancaran cahaya alami atmosfer Bumi atau airglow berwarna merah dan hijau di dekat cakrawala.
Bagian cakrawala juga memperlihatkan Pegunungan Andes, Gunung Berapi Licancabur, serta cahaya permukiman San Pedro de Atacama.