Ruben Amorim mengungkap masalah utama AC Milan setelah 13 pertandingan. Pelatih asal Portugal itu menilai Rossoneri belum konsisten dan masih lemah di sepertiga akhir lapangan.
Selama ditangani Amorim, Milan meraih tujuh kemenangan, tiga imbang, dan tiga kekalahan di semua ajang.
Salah satu kemenangan meyakinkan terjadi saat mengalahkan Inter Milan 3-1 di derby della Madonnina.
Meski demikian, Milan kini berada di posisi kelima klasemen Liga Italia dengan 21 poin. Mereka tertinggal tujuh poin dari Lazio yang memuncaki klasemen.
Fokus Perbaikan di Sepertiga Akhir
Amorim menegaskan timnya sudah memiliki identitas permainan, yaitu berusaha mendominasi dan tampil positif.
Namun, ia mengakui masih ada kekurangan dalam mengurung lawan di dekat kotak penalti dan menguasai bola di area tersebut.
"Kami jelas masih kekurangan kemampuan untuk mengurung lawan di dekat kotak penalti mereka dan menguasai bola di sana demi menciptakan lebih banyak peluang.
Itulah masalah terbesar kami," kata Amorim dikutip dari Football Italia.
Selain itu, Amorim menekankan pentingnya konsistensi sepanjang pertandingan. Ia menilai Milan mulai membaik dalam hal tersebut, tetapi masih banyak yang harus dibenahi.
"Saya rasa kami bermain lebih baik dalam durasi yang lebih lama, kami mengontrol permainan dengan sedikit lebih baik, tetapi jika saya melihat tim ini, masih banyak hal yang harus kami benahi," ujarnya menambahkan.
Amorim menyadari butuh waktu untuk mengolah masalah ini dan bertekad membantu para pemain tampil lebih baik. Perbaikan di sepertiga akhir menjadi kunci untuk meningkatkan performa Milan ke depan.
