Hal itu tercermin melalui indeks retail.
"Tapi kalau data yang lain kan kelihatan yang agregat tumbuhnya kencang semua. Belanja juga tumbuhnya kencang.
Retail index itu kan orang belanja betulan," ujar Purbaya.
Perubahan pola konsumsi masyarakat, seperti memilih paket makanan yang lebih murah, dinilai masih perlu dikaji lebih lanjut.
"Mungkin iya, mungkin tidak. Tapi saya bukan menafikan itu.
Kita akan pelajari," kata Purbaya.
Pemerintah siap mengambil langkah tambahan dan memberikan stimulus jika tekanan terhadap konsumsi masyarakat terbukti meluas secara nasional.
Pencairan gaji ke-13 aparatur sipil negara pada awal bulan ini diharapkan mampu menopang daya beli masyarakat.
Anggaran gaji ke-13 naik menjadi Rp 40 triliun.
"Yang jelas awal bulan ini ada gaji ke-13. Yang tadinya dicari Rp 30 triliun sekarang jadi Rp 40 triliun.
Itu akan memberi daya beli tambahan," kata Purbaya.
Pemerintah mempercayakan pengumpulan data yang akurat dan komprehensif kepada Badan Pusat Statistik.
"Satu tempat belum tentu menggambarkan semuanya.
>>> Florentino Perez Unggul Sementara dalam Pemilihan Presiden Real Madrid
Makanya kita punya Badan Pusat Statistik untuk menangkap data-data seperti itu sehingga melihat pertumbuhan ekonomi secara agregat atau lebih akurat," ujar Purbaya.
