Anak-anak akan menjadi lebih tanggap jika instruksi yang diberikan diiringi dengan pendekatan visual serta taktil.
Direktur Pusat Anak dan Keluarga di Erikson Institute, Chicago, Amerika Serikat, Margret Nickels, PhD, menjelaskan bahwa orang tua perlu menjaga kontak mata langsung.
Hal ini bisa dilakukan sambil meletakkan tangan di bahu anak untuk membantu memusatkan perhatian mereka.
4. Hentikan Pengulangan Perkataan
Mengucapkan kalimat yang sama berulang kali justru melatih anak untuk menunda respons mereka sampai orang tua merasa marah.
>>> Jason Momoa Ubah Koleksi Kendaraan Klasik Jadi Bertenaga Listrik
Guru di sekolah tidak menghabiskan waktu seharian hanya untuk mengulang instruksi.
Oleh karena itu, orang tua di rumah juga tidak seharusnya melakukan kebiasaan tersebut. "Kata-katamu tidak lebih dari sekadar suara bising di latar belakang," ungkap Nickels.
Anak cenderung lebih patuh jika mereka paham ada konsekuensi tegas yang menanti. Berikan arahan maksimal dua kali saja.
Sebagai contoh, mintalah anak membereskan mainan dengan kalimat, "Tolong masukkan mainan balok susunmu ke dalam keranjang biru."
Jika arahan itu diabaikan, Nickels menyarankan untuk memberikan peringatan bahwa mereka tidak bisa memainkannya seharian.
Apabila anak masih cuek, segera ambil mainan tersebut. Sebaliknya, saat anak patuh, ucapkan kalimat penguatan.
Orang tua bisa berterima kasih karena mereka telah menjadi pendengar yang baik.
5. Kemas dalam Bentuk Permainan
Sepanjang hari, anak sering kali hanya menjadi pihak yang terus-menerus disuruh mendengarkan sehingga memicu rasa jenuh. Sesekali, mereka butuh mendengarkan sesuatu yang jauh lebih menyenangkan.
Kemampuan mendengar anak bisa dilatih lewat cara yang seru. Orang tua dapat mengajak anak jalan-jalan santai sambil fokus mendengarkan dan menebak suara alam.
Minta anak mengenali kicauan burung, suara serangga, embusan angin pada daun, hingga bunyi langkah kaki di atas rumput.
