⌂ Beranda News IHSG Anjlok ke Level Terendah Sejak 2020, Aksi Jual Asing Masif

IHSG Anjlok ke Level Terendah Sejak 2020, Aksi Jual Asing Masif

IHSG Anjlok ke Level Terendah Sejak 2020, Aksi Jual Asing Masif
Grafik IHSG anjlok ke level terendah sejak 2020
A A Ukuran Teks16px

Meski indeks melemah, aktivitas perdagangan di BEI justru meningkat.

Rata-rata frekuensi transaksi harian tumbuh 14,11 persen menjadi 2,41 juta kali, dan rata-rata volume transaksi harian naik 8,66 persen menjadi 33,63 miliar saham.

Kondisi pasar modal Indonesia yang melemah 35,30 persen secara year-to-date (YTD) menempatkan IHSG di peringkat ke-35 dari 36 bursa saham dunia.

Performa ini tertinggal jauh dari bursa ASEAN lainnya seperti Thailand yang naik 25,64 persen dan Singapura yang tumbuh 8,69 persen.

Tekanan di pasar domestik juga diperparah oleh sentimen ekonomi makro.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, inflasi Mei 2026 meningkat menjadi 3,08 persen secara tahunan, sementara surplus neraca perdagangan April menyusut tajam menjadi 90 juta dolar AS.

Di luar pasar saham, upaya penguatan likuiditas tetap berjalan melalui transaksi Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

>>> IHSG Ambles 116 Poin ke Level 5.478 pada Pembukaan Perdagangan 8 Juni 2026

Nilai transaksi Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA) hingga 29 Mei 2026 melonjak 114,3 persen menjadi Rp602,9 triliun.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM