Pemilik motor listrik tidak bisa begitu saja menggunakan charger aftermarket beramper besar untuk mempercepat pengisian daya. Langkah tersebut memerlukan modifikasi pada Battery Management System (BMS) dan spesifikasi baterai.
Menurut Mohamad Rifki Robana dari bengkel spesialis motor listrik STB EV, komponen penentu pengisian cepat ada di subsistem baterai, bukan controller.
BMS berfungsi sebagai pengatur keamanan yang membatasi arus masuk untuk mencegah panas berlebih atau kebakaran.
Jika spesifikasi charger besar, BMS akan memotong arus. Misalnya, charger 10 Ampere tidak berguna jika BMS hanya mampu 2,5 Ampere.
Arus tetap tertahan di angka rendah sehingga durasi pengisian tidak berubah.
Proses dan Biaya Modifikasi
Untuk mendukung pengisian cepat, pemilik harus mengganti paket baterai dan komponen BMS oleh teknisi ahli.
Biaya di bengkel kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, mencapai Rp 4,5 juta termasuk jasa.
Durasi pengerjaan berkisar lima hingga sepuluh hari. Biaya bervariasi tergantung kapasitas voltase, ampere-hour, dan jenis sel baterai yang diinginkan.
Penggantian charger bawaan dengan ampere besar akan sia-sia tanpa modifikasi BMS dan baterai. Sistem kelistrikan motor standar akan menolak arus berlebih jika tidak ada penyesuaian.