⌂ Beranda News Rupiah Tertekan Dollar AS Akibat Sentimen Eksternal dan Domestik

Rupiah Tertekan Dollar AS Akibat Sentimen Eksternal dan Domestik

Rupiah Tertekan Dollar AS Akibat Sentimen Eksternal dan Domestik
Grafik pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang menunjukkan pelemahan
A A Ukuran Teks16px

Nilai tukar rupiah di pasar spot mengalami depresiasi signifikan terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin, 8 Juni 2026.

Mata uang Indonesia merosot hingga mencapai level Rp 18.201 per dollar AS akibat kombinasi tekanan pasar global dan faktor domestik.

>>> Pendeteksi Logam Temukan Cincin Emas Romawi Langka di Somerset

Pelemahan rupiah tercatat sebesar 165 poin atau setara 0,91 persen hingga pukul 13.48 WIB, setelah sebelumnya terkoreksi 134 poin atau 0,75 persen ke posisi Rp 18.170 per dollar AS.

Presiden Direktur PT Doo Financial Futures, Ariston Tjandra, menyatakan bahwa kemerosotan nilai tukar yang berlanjut berpotensi menaikkan harga komoditas konsumsi dan biaya operasional produksi, yang kemudian memicu inflasi.

Situasi ini diproyeksikan dapat memperlemah daya beli masyarakat.

Korporasi yang memiliki utang dalam dollar AS juga akan menghadapi lonjakan beban biaya finansial, bahkan berisiko memicu PHK massal jika kontraksi ekonomi berlangsung lama.

Ariston menilai bahwa pelemahan rupiah membutuhkan atensi intensif dari pemerintah dan Bank Indonesia untuk memitigasi gangguan stabilitas makroekonomi.

Terdapat dua faktor utama yang menekan posisi mata uang nasional.

Dari aspek global, penguatan indeks dollar AS mendominasi tekanan terhadap mata uang negara berkembang, ditambah tensi geopolitik Timur Tengah yang mengerek naik harga minyak dunia.

"Pelemahan rupiah saat ini adalah bauran faktor eksternal dan internal.

Saat ini pengaruh faktor eksternal ini cukup kuat karena tidak hanya rupiah yang melemah terhadap dollar AS, nilai tukar lain pun melemah," ujar Ariston.

>>> BPOM Sita 2 Juta Kosmetik Ilegal di Tangerang, Bahaya Konsumen Diungkap

Dari sektor domestik, sentimen pasar terpengaruh oleh aksi jual bersih investor asing di pasar modal Indonesia akibat dinamika penyesuaian indeks global seperti Morgan Stanley Capital International (MSCI).

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM