Kebijakan moneter ketat ini menahan laju pergerakan aset aman secara global.
Presiden Federal Reserve Cleveland, Beth Hammack, menyatakan bahwa kondisi penyerapan tenaga kerja menuju keseimbangan menuju tingkat kesempatan kerja penuh.
Namun, ia mengingatkan tingginya inflasi berpotensi membuka peluang kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah akibat gesekan antara Iran dan Israel juga memicu kenaikan harga minyak dunia lebih dari 2 dollar AS per barel pada awal pekan.
Laporan menyebutkan Presiden AS Donald Trump mengupayakan diplomasi agar Israel menahan respons militer langsung ke wilayah Iran.
>>> Pemilik Wedding Organizer di Paseh Diduga Tipu Calon Pengantin, Rugikan Puluhan Juta
Kombinasi ekspektasi kebijakan moneter ketat di AS dan kekhawatiran lonjakan harga energi menjadi faktor utama yang membatasi pergerakan nilai logam mulia internasional pada pembukaan pekan ini.
