Penggolongan ini membuat EREV belum mendapatkan insentif bebas Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10 persen seperti BEV.
Meskipun demikian, beberapa produsen otomotif asal Tiongkok mulai mempersiapkan lini produk EREV mereka untuk pasar domestik.
Changan Indonesia, misalnya, telah memamerkan teknologi EREV melalui Deepal S05.
Merek Tiongkok lainnya juga dilaporkan tertarik membawa teknologi serupa ke Indonesia, mengingat karakter pasar Indonesia yang sering melakukan perjalanan antar-kota.
Kehadiran standar baru QC/T1086-2026 di Tiongkok akan menguntungkan konsumen di Indonesia.
Mobil EREV rakitan Tiongkok yang masuk ke pasar nasional dipastikan memiliki komponen range extender yang lebih senyap, efisien, dan tahan lama.
Indonesia akan menerima hasil pengembangan teknologi dari pasar Tiongkok yang sukses menyaring produk berkualitas tinggi.
>>> Unair Buka Pendaftaran Jalur Mandiri Juni-Juli 2026, Cek Jadwalnya
Tantangan berikutnya adalah kemampuan Agen Pemegang Merek (APM) dalam meramu strategi harga agar teknologi ini dapat diterima luas oleh konsumen.
