"Untuk litium, karena belum terlalu lama trennya, limbahnya belum banyak.
Biasanya kalau servis ganti sel, sel bekasnya diminta lagi oleh konsumen karena masih bisa dipakai untuk senter, lampu emergency, atau mobil mainan," katanya.
Satu rangkaian baterai berkapasitas 72V 25Ah umumnya mengintegrasikan sekitar 100 unit sel baterai di dalamnya.
Ketika performa baterai menurun, penurunan tersebut tidak terjadi pada seluruh sel secara bersamaan sehingga sel yang sehat masih dapat dipisahkan.
"Satu rangkaian baterai 72V 25Ah itu ada sekitar 100 pieces sel. Kalau ada yang rusak, biasanya tidak semuanya mati total, jadi masih bisa dimanfaatkan.
Sejauh ini kebanyakan cuma ganti BMS atau beberapa sel saja," ujar Muhlasin.
Situasi ini memberikan kesempatan berharga untuk menerapkan konsep second life atau pemanfaatan kembali bagi sel baterai yang kapasitasnya masih memadai.
>>> Timnas Indonesia U19 Melaju ke Semifinal Piala AFF U19 2026 Usai Tekuk Vietnam
Masyarakat dapat mendayagunakan sel bekas tersebut sebagai sumber daya elektronik berdaya rendah, mulai dari lampu darurat hingga mainan anak-anak.
