⌂ Beranda News Toilet Rp 416 M di ISS Ubah Urine Jadi Air Minum Berkualitas

Toilet Rp 416 M di ISS Ubah Urine Jadi Air Minum Berkualitas

Toilet Rp 416 M di ISS Ubah Urine Jadi Air Minum Berkualitas
Ilustrasi: Toilet Rp 416 M di ISS Ubah Urine Jadi Air Minum Berkualitas
A A Ukuran Teks16px

Di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), setiap tetes air sangat berharga. Para astronaut mengandalkan sistem canggih untuk mengubah urine, keringat, dan uap napas menjadi air minum.

Teknologi ini memanfaatkan Universal Waste Management System (UWMS), sebuah toilet luar angkasa dengan nilai investasi sekitar USD 23 juta atau Rp 416 miliar.

>>> Piala AFF 2026: Pelatih Indonesia Tak Anggap Remeh Timor Leste

Sistem UWMS mampu memulihkan sekitar 98% air dari urine, keringat, dan kelembapan udara di dalam ISS, menjadikannya layak untuk dikonsumsi kembali.

Setiap 100 liter urine, keringat, dan uap air yang masuk ke sistem ini, sekitar 98 liter akan kembali menjadi air minum.

Sisanya, hanya sekitar 2%, berupa limbah pekat yang tidak dapat diproses lebih lanjut.

Alasan Pentingnya Daur Ulang Air di Luar Angkasa

Mengirim air dari Bumi ke luar angkasa memerlukan biaya peluncuran yang sangat besar karena setiap liter air memiliki massa sekitar satu kilogram.

Oleh karena itu, NASA mengembangkan sistem pendukung kehidupan tertutup (closed-loop life support system) agar air dapat terus digunakan berulang kali selama misi berlangsung.

Teknologi ini menjadi kunci untuk misi jangka panjang ke Bulan dan Mars, di mana pasokan air dari Bumi tidak dapat dikirim secara rutin.

>>> CONCACAF Ikuti UEFA Tolak Rencana FIFA Jual Saham Piala Dunia

Di lingkungan tanpa gravitasi, toilet ISS menggunakan aliran udara berkecepatan tinggi untuk mengarahkan limbah.

Urine kemudian dipisahkan menggunakan sentrifus yang menciptakan gravitasi buatan, memisahkan air dari zat lain.

Air tersebut kemudian melewati berbagai tahap penyaringan, pemurnian kimia, hingga sterilisasi sebelum dinyatakan aman untuk diminum.

NASA mengklaim kualitas air hasil daur ulang ini bahkan memenuhi standar yang lebih ketat dibandingkan banyak sistem air minum perkotaan di Amerika Serikat.

Penyempurnaan sistem daur ulang air ini merupakan hasil penelitian selama empat dekade, dimulai sejak era 1970-an untuk mendukung misi luar angkasa berdurasi panjang.

Tingkat efisiensi sistem terus meningkat hingga mencapai sekitar 98% setelah penambahan teknologi pemrosesan limbah pekat (brine processor).

>>> Kisah Menakjubkan di Balik Potret Masa Lalu yang Bikin Melotot

Teknologi serupa diproyeksikan akan digunakan pada wahana menuju Bulan dan Mars di masa depan, membuat misi antariksa jarak jauh menjadi lebih realistis.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM