Itu fase yang sulit buat Mario karena hampir 5-6 tahun berturut Mario selalu ada di ruang operasi selama berjalanan musim.
Jadi yang bisa Mario lakukan ya, terus latihan dan hasilnya akan mengikuti," kata Mario.
Pebalap berusia 22 tahun itu menilai kisah Arsenal memberikan pelajaran tentang ketekunan dan keyakinan. Hasil besar tidak selalu datang instan, melainkan melalui proses panjang penuh tantangan.
"Jadi moral storynya sama seperti Arsenal, dia kedua, terus kedua, terus kedua, di underestimate dan lain-lain dan mereka masih bangkit," ujarnya.
Selain motivasi dari luar lintasan, Mario mendapat dukungan besar dari orang-orang terdekat selama masa pemulihan.
"Keluarga, ada Pak Anggono (Iriawan) juga, dan tim yang terus menaruh percaya ke Mario," katanya.
Saat ini Mario masih menjalani proses pemulihan dengan target kembali balapan sebelum jeda musim panas di Moto2 Jerman.
>>> Pertamina dan BP Naikkan Harga BBM Nonsubsidi per 10 Juni 2026
Dukungan dari keluarga, sponsor, serta tim menjadi modal penting untuk kembali ke performa terbaik.
