⌂ Beranda News Polisi Bogor Buru 4 Pengeroyok Sekuriti Perumahan yang Minta Uang Miras
News

Polisi Bogor Buru 4 Pengeroyok Sekuriti Perumahan yang Minta Uang Miras

Ilustrasi polisi sedang memburu pelaku kejahatan
Polisi menangkap dua preman penganiaya tukang sate di Cempaka Putih
A A Ukuran Teks16px

Aparat Kepolisian Sektor Gunung Putri tengah memburu empat orang pelaku pengeroyokan terhadap seorang petugas keamanan di kawasan perumahan Kota Wisata, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Insiden kekerasan ini dilaporkan dipicu oleh penolakan korban saat dimintai uang untuk membeli minuman keras oleh para pelaku.

Penyelidikan intensif saat ini masih berjalan untuk mengungkap identitas seluruh anggota komplotan tersebut. Pihak berwajib terus berupaya menangkap para pelaku yang melarikan diri setelah kejadian.

"Iya, sedang proses identifikasi (pelaku).

Belum (ditangkap), kita masih upaya," kata Kanit Reskrim Polsek Gunung Putri Ipda Rudolf Pasaribu kepada wartawan, Rabu (10/6/2026).

Kondisi korban kini telah mendapatkan penanganan medis setelah sempat dilarikan ke rumah sakit pasca-kejadian. Petugas sekuriti tersebut diperbolehkan pulang dan menjalani pemulihan di kediamannya.

"Iya betul, kalau dirawat inap, nggak. Cuma pertama divisum, diberikan pertolongan pertama obat-obatan.

Kemudian korban langsung dirawat jalan di rumahnya," ucap Ipda Rudolf Pasaribu.

Peristiwa pengeroyokan ini bermula ketika empat pelaku mendatangi lokasi penjagaan korban pada Senin (8/6/2026) malam.

Para pelaku kemudian mendesak korban untuk menyerahkan sejumlah uang demi menambah biaya membeli minuman beralkohol.

"Jadi kronologinya itu pelaku datang ke lokasi, minta uang untuk menambahi beli minuman keras," kata Ipda Rudolf Pasaribu.

Permintaan tersebut ditolak oleh korban yang khawatir tindakan pemalakan itu akan terus berulang di masa mendatang jika dipenuhi.

Penolakan ini memicu kemarahan para pelaku hingga berujung pada aksi penganiayaan secara bersama-sama.

"Sehingga pelaku ini mungkin tidak terima dan langsung melakukan aksi pemukulan terhadap korban," imbuh Ipda Rudolf Pasaribu.

📰 Update Terbaru