⌂ Beranda News BI Rate Naik ke 5,50 Persen, Bunga Kredit Kendaraan Baru Berpotensi Terkerek
News

BI Rate Naik ke 5,50 Persen, Bunga Kredit Kendaraan Baru Berpotensi Terkerek

Ilustrasi kenaikan suku bunga kredit kendaraan baru
Ilustrasi kenaikan suku bunga kredit kendaraan baru
A A Ukuran Teks16px

Bank Indonesia resmi menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 5,50 persen. Kebijakan ini berpotensi mendorong kenaikan suku bunga kredit kendaraan bermotor baru.

Pelaku industri otomotif mengantisipasi langkah tersebut karena dapat meningkatkan biaya dana bagi perusahaan pembiayaan.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) berharap penyesuaian ini tidak langsung dibebankan pada kredit kendaraan.

"Memang naik menjadi 5,5 persen, mudah-mudahan suku bunga KKB (kredit kendaraan bermotor) tidak langsung naik juga," ujar Jongkie dari Gaikindo kepada detikOto, Rabu (10/6/2026).

Dampak pada Debitur Baru, Bukan yang Sudah Berjalan

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno menegaskan bahwa kebijakan baru ini tidak akan mengubah beban bunga bagi konsumen yang kontraknya sudah berjalan.

"Untuk nasabah yang sudah jalan bersama pembiayaan itu tidak akan ada perubahan naik turunnya suku bunga," kata Suwandi.

Suwandi menjelaskan bahwa sekitar 70 persen sumber pendanaan multifinance berasal dari pinjaman perbankan.

Jika perbankan menyesuaikan bunga kreditnya, perusahaan pembiayaan kemungkinan besar akan meneruskan penyesuaian tersebut kepada calon debitur baru.

"Dampaknya bukan kepada pembiayaan yang sedang berjalan, tetapi kepada yang akan datang. Nanti akan dikaitkan dengan daya beli dan kemampuan bayar," ujar Suwandi.

Selain faktor suku bunga, pelemahan nilai tukar rupiah juga menjadi tantangan. Ketergantungan pada komponen impor berpotensi menaikkan harga jual mobil dan motor.

Kondisi ini menekan industri otomotif roda empat domestik yang sedang mengalami tren penurunan pasar.

Data penjualan pabrik ke dealer atau wholesales pada Mei 2026 menunjukkan penurunan sebesar 14,3 persen secara month-on-month dengan total distribusi 69.219 unit.

Sementara penjualan retail ke konsumen juga terkoreksi minus 5,1 persen dari bulan sebelumnya dengan capaian 71.890 unit.

📰 Update Terbaru