Angina pektoris terjadi ketika aliran darah dan oksigen ke otot jantung terganggu akibat penyempitan pembuluh darah.
Kondisi ini menjadi tanda peringatan dini yang perlu diwaspadai agar terhindar dari serangan jantung fatal.
>>> Kepercayaan Warga Eropa terhadap AS Anjlok ke Rekor Terendah
Indikasi angina pektoris tidak selalu sama pada setiap orang. Pada pasien perempuan, gejala sering tidak khas sehingga penanganan medis baru dilakukan setelah penyakit berkembang lebih parah.
Gejala Umum dan Perbedaan pada Perempuan
Secara umum, angina ditandai dengan tekanan berat atau nyeri di dada saat beraktivitas fisik atau stres emosional. Rasa tidak nyaman ini biasanya mereda setelah istirahat beberapa menit.
Nyeri dapat menyebar ke lengan kiri, punggung, rahang, dan ulu hati. Beberapa pasien juga merasakan mual, sesak napas, atau keringat dingin.
Dokter spesialis jantung dari PERKI, dr. Febtusia Puspitasari, Sp. JP, FIHA, FAsCC, menjelaskan bahwa keluhan pada perempuan sering tidak berupa nyeri dada khas.
"Nyeri dada khas untuk serangan jantung sangat jarang, mungkin hanya 20-30%," ujarnya.
Perbedaan respons rasa sakit antara perempuan dan laki-laki memicu tanda angina yang tidak terduga. Dokter Febtusia mencontohkan pasien perempuan yang hanya mengeluh kesemutan di jari kelingking.
Pemeriksaan stress test kemudian menunjukkan perubahan rekam jantung yang mengindikasikan gangguan aliran darah.
Mirip Gangguan Pencernaan
Gejala angina pada perempuan kerap menyerupai sakit maag. Hal ini karena letak beberapa pembuluh darah jantung berdekatan dengan organ rongga perut.
Hambatan aliran darah memicu rasa tidak nyaman yang mirip gangguan lambung.
Dokter Febtusia pernah menangani pasien berusia 28 tahun yang awalnya dikira sakit maag. "Setelah MCU dan treatment test, ternyata sumbatan total," jelasnya.
>>> Polisi Tangkap Pembunuh Bocah SD di Sragen, Pelaku Kenalan Ayah Tiri
Penurunan Kemampuan Fungsional
Perubahan kemampuan tubuh saat beraktivitas sehari-hari juga perlu diwaspadai. Seseorang yang tadinya kuat menaiki tangga tiba-tiba mudah lelah, sesak napas, atau tidak mampu beraktivitas normal.