"Dengan kenaikan tersebut, disparitas harga antara Pertamax dan Pertalite semakin menganga, sekitar Rp 3.950 per liter," ujar Fahmy Radhi.
Menurutnya, lonjakan beban subsidi ini justru bisa memicu kelangkaan stok jika tidak diantisipasi dengan penambahan kuota. Situasi tersebut dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak sosial yang lebih luas.
"Kalau tidak ada penambahan kuota Pertalite pasca kenaikan harga Pertamax, kelangkaan Pertalite akan terjadi hingga antrean di SPBU mengular.
Kelangkaan itu bisa memicu masalah sosial yang mengganggu stabilitas negara," tutur Fahmy Radhi.
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mendesak pemerintah segera menyiapkan langkah mitigasi fiskal dan instrumen moneter. Kebijakan kompensasi dinilai penting untuk meredam potensi tekanan inflasi domestik.
"DPR tidak hanya melihat sisi fiskalnya, tetapi juga dampaknya terhadap masyarakat.
Karena itu kami mendorong agar langkah penyesuaian ini diikuti kebijakan mitigasi yang terukur untuk menjaga daya beli dan mengendalikan inflasi," kata Mukhamad Misbakhun.
>>> Unilever Indonesia Bagikan Dividen Final Rp 114 per Saham, Cek Jadwalnya
Komisi XI DPR RI saat ini terus menjalin koordinasi dengan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan pemerintah guna merumuskan stimulus ekonomi lanjutan.
