Di tengah Samudra Hindia, sekitar 1.600 kilometer di selatan India, terdapat sebuah pulau kecil berbentuk cincin yang nyaris tak berpenghuni bernama Diego Garcia.
Dengan luas sekitar 27 kilometer persegi, pulau ini menjadi salah satu lokasi paling strategis di dunia.
>>> Vietnam Diredam Singapura, Pelatih Soroti Euforia Usai Hajar Timor Leste
Meski terpencil, letaknya menjadikannya titik penting untuk menjangkau Timur Tengah, Afrika Timur, hingga Asia Selatan.
Diego Garcia merupakan bagian dari Kepulauan Chagos.
Secara geologi, pulau ini adalah atol, yaitu pulau karang berbentuk cincin yang terbentuk di atas gunung api purba yang telah tenggelam ke dasar laut selama jutaan tahun.
Dikutip dari Times of India, di tengah cincin karang tersebut terdapat laguna alami yang luas dan cukup dalam untuk menjadi tempat berlabuh kapal-kapal besar.
Dipadukan dengan lokasinya yang jauh dari daratan lain, karakteristik inilah yang membuat Diego Garcia sangat bernilai secara strategis.
Keunikan Geografis Diego Garcia
Bagi ilmuwan kebumian, posisi geografis Diego Garcia tergolong unik.
Pulau ini berada hampir di tengah Samudra Hindia, sehingga pesawat dan kapal dapat menjangkaunya dari berbagai arah tanpa harus melewati wilayah yang padat penduduk.
Laguna di bagian tengah atol juga berfungsi sebagai pelabuhan alami, sementara daratan yang relatif datar memudahkan pembangunan landasan pacu panjang.
>>> FIFA Resmi Batalkan Rencana Jual Saham Piala Dunia
Kombinasi bentang alam tersebut jarang dimiliki pulau-pulau kecil lainnya.
Karena alasan geografis itu, Diego Garcia kemudian berkembang menjadi pangkalan militer gabungan Amerika Serikat dan Inggris yang digunakan untuk berbagai operasi di Timur Tengah, Asia Selatan, dan Afrika Timur.
Sejarah Kelam Pengusiran Penduduk Asli
Namun, nilai strategis Diego Garcia juga memiliki sisi kelam.
Antara 1967 hingga 1973, seluruh penduduk asli Kepulauan Chagos, yang dikenal sebagai Chagossian, dipindahkan secara paksa agar pulau tersebut dapat dijadikan pangkalan militer.
"Diego Garcia menjadi salah satu pangkalan militer paling strategis di dunia setelah seluruh penduduk aslinya dipindahkan dari pulau itu," demikian laporan Times of India.
Hingga kini, pengusiran tersebut masih menjadi sengketa hukum dan hak asasi manusia.
Berbagai putusan pengadilan internasional serta kampanye dari komunitas Chagossian terus mendorong penyelesaian atas hak mereka untuk kembali ke tanah kelahirannya.
Diego Garcia menunjukkan bagaimana proses geologi yang berlangsung jutaan tahun lalu dapat memengaruhi sejarah manusia hingga masa kini.
>>> Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026, Indonesia Bisa Menyaksikannya?
Pulau itu terbentuk dari aktivitas vulkanik dan pertumbuhan terumbu karang, tetapi justru bentuk atol, laguna yang terlindung, serta posisinya di tengah Samudra Hindia membuatnya diincar.

