⌂ Beranda News Elon Musk Jadi Triliuner Pertama Dunia Berkat Lonjakan Saham SpaceX

Elon Musk Jadi Triliuner Pertama Dunia Berkat Lonjakan Saham SpaceX

Elon Musk Jadi Triliuner Pertama Dunia Berkat Lonjakan Saham SpaceX
Elon Musk menjadi triliuner pertama di dunia berkat lonjakan saham SpaceX
A A Ukuran Teks16px

Berdasarkan pemberitaan halaman depan The New York Times kala itu, John D. Rockefeller mencetak sejarah setelah harga saham Standard Oil melonjak melampaui 2.000 dollar AS per lembar.

Kabar mengenai kekayaan John D. Rockefeller memicu reaksi publik yang serupa dengan fenomena yang dihadapi Elon Musk saat ini.

Masyarakat awam menunjukkan obsesi yang besar terhadap harta tersebut, namun di sisi lain muncul pula gelombang kecaman yang masif.

Christopher McKnight Nichols menambahkan bahwa pada era tersebut sudah terdapat pemeringkatan aset yang mirip dengan daftar milik Forbes.

>>> Mitos Sumur Puter Kudus: Dipercaya Kembalikan Barang dan Orang Hilang

"Orang-orang benar-benar berpikir seperti kita sekarang sebagai orang-orang sezaman, 'Wah, sekarang dia akan memiliki dua kali lipat lebih banyak daripada orang berikutnya yang berada di posisi tertinggi dalam daftar,'" kata Christopher McKnight Nichols.

Publik pada masa itu disinyalir kesulitan membayangkan besaran pasti dari kekayaan seorang miliarder, sama seperti masyarakat modern yang sulit mengira-ngira total aset seorang triliuner.

"Saya rasa seorang miliarder saat itu sama seperti seorang triliuner saat ini. Anda benar-benar tidak bisa membayangkan jumlah nol sebanyak itu," tutur Christopher McKnight Nichols.

Masyarakat kelas pekerja pada tahun 1916 cenderung merespons negatif kemunculan figur miliarder di panggung nasional.

Terlebih lagi, momentum tersebut terjadi di tengah situasi politik saat pemerintah federal didorong untuk membatasi penguasaan modal yang ekstrem.

Evolusi Golongan Jutawan dan Peran Teknologi

Satu abad sebelum era John D. Rockefeller, sejarah mencatat John Jacob Astor sebagai jutawan pertama di Amerika Serikat.

John Jacob Astor mengumpulkan pundi-pundi uangnya melalui bisnis investasi properti di kawasan Kota New York.

Kendati waktu pastinya tidak diketahui secara terperinci, Christopher McKnight Nichols memperkirakan sejarah itu tercipta pada periode tahun 1820-an.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM